| Gunakan Bahan Organik Insitu Pada Budidaya Jagung Di Lahan Kering |
|
|
|
| Oleh Administrator | |||
| Selasa, 08 Juni 2010 13:54 | |||
Anda pernah dengar istilah bahan organik insitu? nah ternyata bahan organik ini bukanlah produk impor berharga mahal atau bahan yang diproses dengan teknologi tinggi, melainkan adalah usaha untuk memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lahan maupun sisa-sisa tanaman setelah panen.Kenapa bahan organik insitu perlu dilirik? beragam manfaat mengemukakan untuk dipetik, mulai dari meningkatkan dan mempertahankan bahan organik tanah, dengan memberi peluang terbentuknya humus, mengembalikan stabilitas kesuburan tanah sampai mengurangi kerentangan tanah terhadap erosi. Pada umumnya tanah pertanian yang diusahakan terus-menerus tanpa pergiliran tanaman, maka kadar bahan organiknya akan berkurang dan kesuburannnya makin lama makin menurun. Hal ini juga terkait dengan kebiasaan petani yang sering membakar jerami jagung setelah diangkut keluar lahan, ataupun untuk dijadikan sebagai makanan ternak, sehingga sedikit sekali bahan tersebut yang tertinggal di lahan.
Yang tergolong dalam pemanfaatan bahan organik insitu adalah :
Dibanding sistim TOT, menerapkan pengomposan langsung di lahan justru mempersingkat waktu pelapukan, hemat tenaga dan biaya, sangat mudah dilaksanakan oleh petani bahkan bahan organik yang dihasilkan juga lebih banyak. Dari hasil analisis setiap ton jerami jagung menghasilkan unsur N, P, K, Ca dan Mg sebesar 24, 3,8. 28,8. 6,8 dan 4,0 kg. Apabila jerami yang dihasilkan setiap panen sebnyak 6 ton, maka unsur nara N, P, K, Ca, dan Mg adalah sebesar 144,0. 22,8.72,8. 40,8 dan 24,0 kg belum lagi didalamnya terdapat sejumlah unsur mikro.
Dengan memanfaatkan jerami sebagai sumber bahan organik Insitu setiap musim, berarti dapat mengembalikan sejumlah unsur hara kedalam tanah, serta memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Secara umum penerapan sistim KLD memberikan keuntungan antara lain :
Dampak terhadap lingkungan.
Pemanfaatan bahan organik Insitu sebagai pupuk organik dan mulsa dapat mengarahkan petani agar tidak membakar jerami dan gulma pada saat panen atau pada saat persiapan lahan. Cara membakar ini selain kurang bermanfaat terhadap kesuburan tanah juga dapat menyebabkan polusi udara yang merusak kesehatan masyarakat. Pengomposan langsung dilahan juga menciptakan lingkungan yang bersih, mengurangi pencemaran air karena berfungsi sebagai filter. Selain itu juga mampu mengikat pestisida sehingga tidak ketempat lain bersama aliran air. (Ridwan, Irmansyah Rusli, Len Bahri, Zulrasdi)
|
|||
| LAST_UPDATED2 |