Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Bank Padi
Layanan Online Alsin
phsl
Kalender Tanam
Info Pasar
Sinar Tani
Ulat Bulu
E-Produk
Hasil Lipi
Teknologi Pengolahan Susu Jagung PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 12 Mei 2010 14:33
Jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok yang memiliki kedudukan penting setelah beras bagi masyarakat Indonesia. Kandungan gizi penting pada jagung adalah karbohidrat dan lemak. Karbohidrat jagung terdiri dari pati, gula, serat kasar dan pentosan. Pati jagung terdiri dari amilosa dan amilopektin, sedangkan gulanya berupa sukrosa. Lemak jagung sebagian besar terdapat pada bagian lembaganya. Asam lemak penyusunnya terdiri dari asam lemak jenuh yang berupa palmitat dan stearat serta asam lemak tidak jenuh berupa oleat dan linoleat. Protein jagung mempunyai komposisi asam amino yang cukup baik, tetapi asam amino lisin dan triptofan terdapat dalam jumlah kecil (tabel 1).


Tabel 1. Komposisi nilai gizi jagung

Kriteria gizi
Satuan
Jumlah
β-karotin
mg/100 g
0.76
Asam Jenuh
"
1,61
Asam lemak tidak jenuh
"
5,05
Protein
"
9,01
Amilosa
"
34,55
Amilopektin
"
65,45
Lisin
"
0,2
Triptofan
"
0,04

 

Di Sumatera Barat jagung muda dikonsumsi sebagai jagung rebus dan olahan kue basah, sedangkan jagung tua hanya diolah menjadi tojin dan sebagian besar dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak. Penganekaragaman produk olahan perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. Selain jagung rebus, kue basah dan tojin, jagung dapat diolah menjadi susu jagung, bubur susu jagung, cornghurt, yogurt, corn flakes dan lain-lain. Di Thailand, jagung manis banyak diolah menjadi corn milk (susu jagung). Susu nabati seperti susu jagung dibutuhkan terutama bagi orang yang alergi terhadap susu sapi. Sebagai minuman, susu jagung diharapkan dapat menyegarkan dan menyehatkan tubuh karena tidak mengandung kolesterol.

Susu jagung diperoleh dengan cara penggillingan biji jagung yang telah direbus dalam air. Hasil penggilingan disaring untuk memperoleh filtrat yang kemudian dipasteurisasi dan diberi flavor untuk meningkatkan rasanya. Kandungan ekstrak karbohidrat dalam susu jagung dipengaruhi oleh varietas jagung, jumlah air yang ditambahkan, jangka waktu dan kondisi penyimpanan, kehalusan gilingan, dan perlakuan panas. Kelebihan susu jagung dibandingkan dengan susu sapi atau kedelai adalah bahan bakunya mudah didapat dengan harga tidak terlalu tinggi. Jagung tidak mengandung lactate intolerance (yang membuat susu bau amis). Susu jagung mengandung serat lebih banyak, cocok buat mereka yang diet.

Proses Pengolahan Susu Jagung
Alat-alat:
1. Blender
2. Pisau
3. Bashkom
4. Sendok pengaduk
5. Kain saring
6. Panci stainlees steel
7. Kompor
8. Termometer air raksa
9. botol kemasan/cup plastik

Bahan
Bahan bahan yang diperlukan untuk memproduksi susu jagung adalah:
1. Jagung muda/jagung manis pipil sudah direbus 1 kg
2. Gula pasir 400 gram
3. Air 3,5 liter (± 16 gelas)
4. Garam 10 gram (secukupnya)
5. Maltodextrin 2 gram (0,2%)
6. Flavor yang disukai
7. Natrium benzoat 0,03 gram/kg bahan
Cara Pembuatan
1. Jagung muda disortasi terlebih dahulu supaya terhindar dari ulat serta tidak tua dan kering.
2. Jagung dikupas dan direbus sampai matang, kemudian dipipil.
3. Timbang jagung pipilan (1 kg).
4. Jagung pipil diblender menggunakan air kemudian disaring dengan kain saring.
5. Filtrat yang dihasilkan ditambahkan gula, garam, dan maltodextrin serta flavor yang disukai kemudian diaduk sampai homogen.
6. Panaskan filtrat pada suhu 700 -800 C selama 15 menit.
7. Kemas dalam botol kemasan plastik kaku dalam keadaan panas dan tutup sesegera mungkin untuk menghindari    kontaminasi mikroba.
8. Pasang label dengan memberi keterangan komposisi, volume, produksi, dan umur simpan.
9. Simpan pada suhu dingin (0-5ºC).
Untuk penyimpanan lebih lama, produk harus dikemas dalam botol kaca dengan proses sebagai berikut:
Persiapan botol kaca
1. Botol dan tutupnya dibersihkan sampai bersih, kemudian dikukus dalam dandang selama 30 menit.
2. Tutup botol terus terpasang sampai proses pembuatan susu jagung selesai.
Proses pembutan susu jagung
Proses pembuatan susu sama dengan poin 1 – 6 sebelumnya. Langkah-langkah selanjutnya adalah :
1. Kemas dalam botol kaca.
2. Sterilisasi dalam dandang selama 15 menit.
3. Kemudian diangkat dari dandang dan dinginkan.
4. Setelah dingin pres tutup botol dengan menggunakan alat pres botol.
5. Lakukan inkubasi selama satu minggu dengan posisi botol terbalik.
6. Pasang label.
7. Susu jagung siap dipasarkan.

Analisis Ekonomi
Secara ekonomi usaha pembuatan susu jagung sangat menguntungkan, dengan nilai R/C mencapai 2,09. Artinya dengan modal Rp.100.000 akan diperoleh keuntungan Rp. 109.000. Kalau hanya jagung muda yang dipasarkan, harga enceren/tongkol tidak lebih dari Rp.1000. Kalau dijual ke pedagang pengumpul hanya dihargai Rp.500 sampai Rp.600/tongkol. Untuk satu kg jagung pipilan dibutuhkan ± 5 tongkol jagung muda, sehingga harganya hanya Rp.3.000.


Tabel 2. Analisis Ekonomi Pembuatan Susu Jagung

Komponen
Unit
Harga (Rp/unit)
Nilai (rp)
Jagung muda pipil
15 kg
3.000
45.000
Maltodextrin
0,03 kg
75.000
2.250
Gula pasir
6 kg
11.000
66.000
Garam, flafor, dll


1000
Tenaga kerja
2
25.000
50.000
Cup Plastik
350
100
3.500
Sub. Total 2


167.750
Hasil
350bh @ 150 ml


Harga pokok produksi
1 bh
458

Harga Jual
350
1000
350.000
Keuntungan


182.250
R/C


2,09



Tujuan Pasar
Susu jagung dapat dipasarkan di swalayan, hotel, ataupun sekolah-sekolah. Untuk tujuan pasar pelajar/siswa kemasan cukup dengan cup plastik, tetapi kalau tujuan pasar hotel ataupun swalayan kemasan tentu harus lebih bagus dengan label yang menarik sehingga konsumen yakin untuk membelinya. (Kasma Iswari)
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com