Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Bank Padi
Layanan Online Alsin
phsl
Kalender Tanam
Info Pasar
Sinar Tani
Ulat Bulu
E-Produk
Hasil Lipi
Ekspose Hasil Penelitian dan Implementasi Teknologi Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 31 Maret 2010 15:02
Berkembangnya penyakit layu pada tanaman pisang di Sumatera Barat merupakan pukulan bagi petani yang menggantugkan ekonomi keluarga pada tanaman pisang , Selain itu masyarakat yang sudah memilih pisang sebagai pakan alternatif harus melirik sumber sumber karbohidrat dan vitamin selain pisang. Hal ini dikemukakan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat Dr. Prama Yufdy ketika membuka acara Ekspose Hasil Penelitian dan Implementasi Teknologi Pengendalian Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang tanggal 23 Maret 2010 bertempat di ruang pertemuan Labor Diseminasi Padang Jln Khatib. Sulaiman.

Dari pertemuan yang berlangsung satu hari penuh ini diharapkan lmenghasilkan informasi baru yang dapat dipublikasikan dalam bentuk media seperti brosur dan leaf let untuk disebarluaskan pada petani sebagai pedoman dalam pengembangan pisang, jelas Prama.

Berbagai pengalaman dan implementasi teknologi pengendalian penyakit layu pada tanaman pisang disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Tk II yang daerahnya merupakan sentra produksi pisang di Sumbar seperti Kab, Tanah Datar. Kab, Solok, Kab, Agam , Dari paparan tersebut diketahui bahwa dalam pengendalian penyakit piasng telah dilaksanakan beberapa langkah antara lain ; SLPHT tanaman pisang, demplot pisang sehat dan penyusunan SOP pisang . Selain itu Ir, Jenimar dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura ( BPTPH ) Sumatera Barat menyampaikan bahwa perkembangan OPT utama pada tanaman pisang telah mengganggu produktivitas dan ekonomi petan., Untuk mengatasi masalah tersebut telah ditempuh berbagai kegiatan baik ditingkat petani maupun ditingkat petugas, seperti perbaikan budidaya dengan cara pemakaian pupuk organik , penjarangan anakan , sanitasi dan eradikasi rumpun terserang , seleksi bibit, pengerondongan tandan setelah sisir pertama keluar, dan pemotongan jantung setelah sisir terakhir terbentuk.

Pemakaian agens hayati seperti Trichoderma dan pemasangan perangkap hama penggerek juga merupakan tindakan yang tidak kalah pentingnya,, Selain itu juga diperlukan pemetaan OPT, studi pengendalian penyakit layu , setta pemetaan kawasan bibit, jelas Jenimar.

Dalam kesempatan yang sama Dr, Catur Hermanto peneliti Balitbu Tropika Solok dan Ir. Firdos Nurdin .MSc. dari BPTP Sumatera Barat menjelaskan bahwa patogen penyebab penyakit layu ini cukup sulit dikendalikan karena sifat patogennya yang menyebar secara sistemik dalam jaringan tanaman, daya tahan didalam tanah yang cukup lama, dan kandungan air yang cukup tinggi pada seluruh bagian tanaman pisang, serta perbanyakan melalui anakan. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang serius dan terpadu untuk mencegah kerugian yang lebih besar seperti, Penggunaan bibit bebas penyakit , aplikasi agens hayati, eradikasi rumpun yang sakit, penggunaan peralatan yang steril , dan pengerondongan tandan serta menanam varietas tahan terhadap penyakit layu Fusarium antara lain GCTCV 215. FHIS01 dan Rejang.

Sementara itu, dosen Fak Pertanian Unand Padang Dr. Trimurti Habazar mengatakan bahwa aplikasi Trichoderma Coningii 2 minggu sebelum tanam lebih efektif menghambat perkembangan penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang,, selain itu terdapat hubungan penyakit layu dengan hama dan penyakit lainnya, dimana semakin tinggi tingkat serangan penyakit layu maka kerusakan pada bonggol oleh hama Cosmopolites Soodidus dan kerusakan batng oleh Odoiporus juga meningkat.

Akhirnya semua sepakat bahwa masih ditemukan beberapa kendala dalam pengendalian penyakit pisang , seperti penyediaan bibit sehat yang masih terbatas , keterampilan petugas lapangan yang masih masih kurang, tekniologi pengendalian OPT yang belum sepenuhnya diterapkan petani, sehingga masih ditemui sumber inokulum penyakit dilapangan.

Acara yang diikuti oleh 16 orang peserta dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi dan Kabupaten , Universitas Andalas, Balitbu Tropika Solok, BPTPH serta BPTP Sumetera Barat ini akan ditetapkan menjadi pertemuan berkala dimasa datang sebagai forum tukar informasi dan pemecahan masalah maupun menyatukan pandangan terhadap langkah- langkah yang akan diambil , kata Prama Yufdy krtika menutup acara ini.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com