Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Bank Padi
Layanan Online Alsin
phsl
Kalender Tanam
Info Pasar
Sinar Tani
Ulat Bulu
E-Produk
Hasil Lipi
Pengaruh Pemberian Pupuk TSP Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Phaseolus Radiata L.) PDF Cetak E-mail
Kacang hijau (Phaseolus radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang penting dalam peningkatan gizi masyarakat. Di Indonesia kacang hijau menempati urutan ketiga setelah kedelai dan kacang tanah, baik mengenai luas areal penanaman dan produksinya maupun peranannya sebagai bahan makanan. Kacang hijau mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Dalam 100 g biji kering mengandung 22,2 g protein, 6,29 g karbohidrat, 0,64 g vitamin B1, dan 6 IU vitamin C.
Produksi kacang hijau di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, selain dikonsumsi sebagai makanan tambahan, sayuran, juga sebagai bahan baku industri makanan ringan, disamping itu juga bisa sebagai bahan pakan ternak. Hasil rata-rata kacang hijau di Indonesia 0,71 ton per hektar, sedangkan potensi hasil kacang hijau unggul rata-rata 1,20-1,75 ton per hektar.
Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman kacang hijau adalah dengan pemupukan. Unsur posfor yang tersedia waktu pengisian polong dapat meningkatkan proses fisiologis tanaman dalam pembentukan karbohidrat dan protein, selanjutnya di transfer ke bagian polong untuk pembentukan biji. Kekahatan posfor merupakan kendala terpenting dan umum pada sebagian tanah masam.
Penelitian dilaksanakan di Sitiung, Sumatera Barat, mulai bulan April sampai Juli 2004. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan  tingkat pemberian TSP yaitu  0,25, 50, 75, 100, 125, dan 150 kg/ha dengan 3 ulangan. Galur yang digunakan adalah kacang hijau nomor 129, ditanam 2 biji perlobang pada petakan 4x5 m, dengan jarak tanam 40x20 cm. Setelah tanaman berumur 10 hari dilakukan penjarangan dengan meninggalkan satu tanaman terbaik perlobang. Pupuk Urea dan KCL diberikan sebagai pupuk dasar dengan takaran masing-masing 50 dan 100 kg/ha. Pupuk TSP diberikan sesuai perlakuan.
Penyiangan dilakukan pada umur 15 dan 35 hari setelah tanam, dan bersamaan dengan itu dilakukan pembumbunan. Pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida Thiodan dan Dithane M-45 secara berkala dengan interval 15 hari. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah polong, berat 100 biji dan hasil. Hasil pengamatan dianalisa secara statistik dan dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf 5%.
Pemberian pupuk TSP mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman kacang hijau, dibandingkan dengan tanpa pemberian TSP, dan bila ditingkatkan takarannya dari 25 kg/ha sampai 150 kg/ha, tinggi tanaman tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata.
Pemberian 25 kg TSP/ha sudah mencukupi kebutuhan hara bagi pertumbuhan tanaman, karena untuk pertumbuhan vegetatif khususnya batang tidak hanya dibutuhkan posfor tetapi juga hara lain seperti N dan K. Posfor sangat penting sebagai sumber energi dalam berbagai aktifitas metabolisme. Salah satu aktifitas metabolime tersebut adalah fotosintetis. Dengan posfor yang cukup, laju fotosintetis menjadi lebih optimal sehingga asimilat yang dihasilkan sebagian dimanfatkan bagi pembentuk dan penyusun organ tanaman seperti batang, sisanya disimpan dalam bentuk protein dan karbohidrat.
Pemberian pupuk TSP mulai dari 50 kg/ha menghasilkan cabang primer lebih banyak, jumlah cabang primer berkurang dengan penurunan takaran TSP menjadi 25 kg/ha sedangkan pada 0 kg/ha TSP menghasilkan cabang primer sedikit. Salah satu peran posfor adalah mendorong pertumbuhan tunas, akar tanaman, meningkat aktifitas unsur hara lain seperti nitrogen dan kalium yang seimbang bagi kebutuhan tanaman. Pada leguminosa, posfor berfungsi mempercepat fiksasi N dengan mendorong pembungaan dan pembentukan biji dan buah serta mempercepat masak polong.
Berat biji kering yang dihasilkan pada pemberian TSP 100 kg/ha yang tinggi merupakan akibat terpenuhinya kebutuhan hara posfor yang diperlukan dalam pembentukan dan pengisian biji serta polong. Peningkatan berat biji berhubungan dengan jumlah polong yang dihasilkan. Tanpa pemberian TSP berat biji yang dihasilkan lebih ringan dan terbentuknya jumlah cabang sedikit. Kekurangan posfor mengakibatkan terlambatnya perkembangan akar, sehingga tanaman menjadi kerdil, laju respirasi dan proses fotosintesis menurun.
Peningkatan takaran pupuk TSP dari 25 kg sampai 150 kg/ha tidak nyata pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanam kacang hijau, tetapi pemberian takaran TSP 100 kg/ha memberikan hasil yang tinggi yaitu 1,85 ton/ha biji kering. Pemberian TSP dengan takaran 100 kg/ha menghasilkan jumlah polong yang lebih banyak. Tanpa pemberian TSP menghasilkan polong yang lebih sedikit.(Misran)
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com